Perjuangan Tak Kenal Kata Henti...!!

Kaki ini semakin jauh melangkah. Pasir dalam genggaman pun makin banyak yang telah ditaburkan. Namun, beban peradaban kian hari bertambah berat. Sedang kita harus tetap tegak melangkah. Karena... PERJUANGAN TAK KENAL KATA HENTI.

Wednesday, August 16, 2006

Mengenal Banten Lebih Mendalam

PROFILE DAN SEJARAH BANTEN


“Kejayaan Banten yang pernah menembus dunia internasional harus dijaga dan lebih ditingkatkan dalam perkembangannya. Karya Syeikh Nawawi Al Bantani, sampai sekarang masih menjadi rujukan referensi di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir dan beberapa universitas terkenal di timur tengah. Bahkan Banten pernah memiliki mata uang sendiri yang digunakan untuk berdagang dengan dunia luar. Bahkan orang-orang Barat dari Denmark, Portugis, Belanda bisa hidup berdampingan di Banten. Ini mencerminkan betapa kejayaan Banten demikian maju saat itu,”

“Adanya kesultanan Banten, masjid agung, dan menara adalah simbol nilai-nilai religius yang telah lama tertanam dalam masyarakat Banten,”

Demikian ungkapan Dr. Hidayat Nurwahid, mantan Presiden PKS yang sekarang menjadi ketua MPR, tiga tahun yang lalu dalam seminar “Membangun Kembali Kejayaan Banten” yang digelar oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) propinsi Banten, Sabtu (27/9), di Hotel Mahadria, Alun-Alun, Serang.

Banyak yang mesti dikenali lebih mendalam tentang Banten oleh para kader PKS terkait kepentingan partai dakwah ini memenangkan PILKADA Banten akhir 2006. Terlebih jika dilakukan pendataan kader, maka jumlah kader PKS dipropinsi Banten tidak sedikit yang berasal dari daerah diluar Propinsi Banten.
Bahkan, mungkin kader yang merupakan orang perantauan jumlahnya lebih banyak jika dibanding dengan putra daerah yang asli Banten.

Oleh karena itu, menjadi keharusan bagi setiap kader untuk mengenal Banten lebih dalam, baik tentang; sejarah, budaya, penduduk, penyebaran agama, pendidikan maupun potensi kewilayahan, demi upaya yang optimal untuk memenangkan PILKADA.

Sejarah Banten

Banten sebagaimana nama suatu wilayah sudah dikenal dan diperkenalkan sejak abad ke 14. Mula-mula Banten merupakan pelabuhan yang sangat ramai disinggahi kapal dan dikunjungi pedagang dari berbagai wilayah hingga orang Eropa yang kemudian menjajah bangsa ini. Pada tahun 1330 orang sudah menganal sebuah negara yang saat itu disebut Panten, yang kemudian wilayah ini dikuasai oleh Majapahit di bawah Mahapatih Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk.

Pada masa-masa itu Kerajaan Majapahit dan Kerjaan Demak merupakan dua kekuatan terbesar di Nusantara. Tahun 1524 - 1525 para pedagang Islam berdatangan ke Banten dan saat itulah dimulai penyebaran agama Islam di Banten. Sekitar dua abad kemudian berdiri Kadipaten Banten di Surasowan pada 8 Oktober 1526. Pada tahun 1552 - 1570 Maulana Hasanudin Panembahan Surasowan menjadi Sultan Banten pertama.

Kesultanan Banten

Kesultanan Banten berawal ketika Kesultanan Demak memperluas pengaruhnya ke daerah barat. Pada tahun 1524-1525, Sunan Gunung Jati bersama pasukan Demak menaklukkan penguasa lokal di Banten, dan mendirikan Kesultanan Banten yang berafiliasi ke Demak.

Anak dari Sunan Gunung Jati (Hasanudin) menikah dengan seorang putri dari Sultan Trenggono dan melahirkan dua orang anak. Anak yang pertama bernama Maulana Yusuf. Sedangkan anak kedua menikah dengan anak dari Ratu Kali Nyamat dan menjadi Penguasa Jepara.

Terjadi perebutan kekuasaan setelah Maulana Yusuf wafat (1570). Pangeran Jepara merasa berkuasa atas Kerajaan Banten daripada anak Maulana Yusuf yang bernama Maulana Muhammad karena Maulana Muhammad masih terlalu muda. Akhirnya Kerajaan Jepara menyerang Kerajaan Banten. Perang ini dimenangkan oleh Kerajaan Banten karena dibantu oleh para ulama.

Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Abu Fatah Abdulfatah atau lebih dikenal dengan nama Sultan Ageng Tirtayasa. Saat itu Pelabuhan Banten telah menjadi pelabuhan internasional sehingga perekonomian Banten maju pesat.

Sultan Ageng Tirtayasa

Sultan Ageng Tirtayasa lahir tahun 1631, adalah putra Sultan Abu al-Ma'ali Ahmad yang menjadi Sultan Banten periode 1640-1650. Ketika kecil, ia bergelar Pangeran Surya. Ketika ayahnya wafat, ia diangkat menjadi Sultan Muda yang bergelar Pangeran Ratu atau Pangeran Dipati. Setelah kakeknya meninggal dunia, ia diangkat sebagai sultan dengan gelar Sultan Abdul Fathi Abdul Fattah. Nama Sultan Ageng Tirtayasa berasal ketika ia mendirikan keraton baru di dusun Tirtayasa (terletak di Kabupaten Serang).

Sultan Ageng Tirtayasa berkuasa di Kesultanan Banten pada periode 1651 - 1682. Ia memimpin banyak perlawanan terhadap Belanda. Masa itu, VOC menerapkan perjanjian monopoli perdagangan yang merugikan Kesultanan Banten. Kemudian Tirtayasa menolak perjanjian ini dan menjadikan Banten sebagai pelabuhan terbuka.

Saat itu, Sultan Ageng Tirtayasa ingin mewujudkan Banten sebagai kerajaan Islam terbesar. Di bidang ekonomi, Tirtayasa berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan membuka sawah-sawah baru dan mengembangkan irigasi. Di bidang keagamaan, ia mengangkat Syekh Yusuf sebagai mufti kerajaan dan penasehat sultan.

Ketika terjadi sengketa antara kedua putranya, Sultan Haji dan Pangeran Purbaya, Belanda ikut campur dengan bersekutu dengan Sultan Haji untuk menyingkirkan Sultan Ageng Tirtayasa. Saat Tirtayasa mengepung pasukan Sultan Haji di Sorosowan (Banten), Belanda membantu Sultan Haji dengan mengirim pasukan yang dipimpin oleh Kapten Tack dan de Saint Martin.

Banten Pasca Kemerdekaan

Setelah memasuki masa kemerdekaan, muncul keinginan rakyat Banten untuk membentuk sebuah propinsi. Niatan tersebut pertama kali mencuat di tahun 1953 yang kemudian pada 1963 terbentuk Panitia Propinsi Banten di Pendopo Kabupaten Serang. Dalam pertemuan antara Panitia Propinsi Banten dengan DPRD-GR sepakat untuk memperjuangkan terbentuknya Propinsi Banten.

Pada tanggal 25 Oktober 1970 Sidang Pleno Musyawarah Besar Banten mengesahkan Presidium Panitia Pusat Propinsi Banten. Namun ternyata perjuangan untuk membentuk Propinsi Banten dan terpisah dari Jawa Barat tidaklah mudah dan cepat. Selama masa Orde Baru keinginan tersebut belum bisa direalisir.

Pada Orde Reformasi perjuangan masyarakat Banten semakin gigih karena mulai terasa semilirnya angin demokrasi dan isu tentang otonomi daerah. Pada 18 Juli 1999 diadakan Deklarasi Rakyat Banten di Alun-alun Serang yang kemudian Badan Pekerja Komite Panitia Propinsi Banten menyusun Pedoman Dasar serta Rencana Kerja dan Rekomendasi Komite Pembentukan Propinsi Banten (PBB).

Sejak itu mulai terbentuk Sub-sub Komite PBB di berbagai wilayah di Banten untuk memperkokoh dukungan terbentuknya Propinsi Banten. Setelah melalui perjuangan panjang dan melelahkan akhirnya pada 4 Oktober 2000 Rapat Paripurna DPR-RI mengesahkan RUU Propinsi Banten menjadi Undang-undang No. 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Banten.

Banten menjadi Propinsi

Provinsi ini dulunya merupakan bagian dari provinsi Jawa Barat, namun dipisahkan sejak tahun 2000, dengan keputusan Undang-undang no.23 tahun 2000. Wilayahnya mencakup sisi barat dari Provinsi Jawa Barat, yaitu Serang, Lebak, Pandeglang, Cilegon, dan Tangerang. Ibukotanya Serang.

Tanggal 17 Oktober 2000 Presiden Abdurrahman Wahid mengesahkan UU No. 23 Tahun 2000 tentang PBB. Sebulan setelah itu pada 18 Nopember 2000 dilakukan peresmian Propinsi Banten dan pelantikan Pejabat Gubernur H. Hakamudin Djamal untuk menjalankan pemerintah propinsi sementara waktu itu sebelum terpilihnya Gubernur Banten definitif. Pada tahun 2002 DPRD Banten memilih Dr. Ir. Djoko Munandar, MEng dan Hj. Atut Chosiyah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten pertama.

Propinsi Banten terletak pada koordinat 5°7'50" - 7°1'11" LS dan 105°1'11" - 106°'12" BT dengan Ibukota Propinsi adalah Serang. Luas wilayahnya mencapai 9.160,70 km2 dengan jumlah penduduk 7.451.300 jiwa (2003). Ragam suku bangsa yang mendiami propinsi ini diantaranya: suku Banten, Sunda, Baduy, Jawa, dan Lampung, dan lain-lain. Adapun penyebaran agama yang dianut oleh masyarakat Banten adalah; Agama Islam (96,6%), Kristen (1,2%), Katolik (1%), Budha (0,7%), dan Hindu (0,4%). Bahasa komunikasi sehari-hari yang digunakan dalam masyarakat antara lain Bahasa Indonesia, Jawa-Banten, Sunda, dan Jawa.

(Diolah dari berbagai sumber)

Tuesday, August 15, 2006

Yahudi La'natullah

KEBIADABAN RITUAL KEAGAMAAN ORANG YAHUDI

Jika masih ada sebagian orang yang bertanya-tanya, mengapa kita mesti membenci dan waspada terhadap orang-orang Yahudi? Maka jawabannya adalah karena orang-orang Yahudi tidak hanya sekedar keras permusuhannya dengan orang-orang mukmin. Tetapi juga karena kebiadaban dan kebuasan tuntunan ajaran dan syariatnya yang tertuang dalam kitab Talmudz yang mereka sucikan.

Al-Qur'an telah mengabarkan dengan gamblang tentang kerasnya permusuhan orang-orang Yahudi dengan umat Islam di dalam surat Al-Ma'idah: 82, yang bunyinya :

"Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani." Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri." (QS. Al-Ma'idah: 82)

Sejarah kenabian juga telah membuktikan banyak fakta tentang kedengkian dan permusuhan Yahudi la'natullah. Bahkan Rasulullah Muhammad s.a.w tidak luput dari incaran makar bejatnya.

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah saw. pernah sakit yang agak parah, sehingga datanglah kepadanya dua malaikat, yang satu duduk di sebelah kepalanya dan yang satu lagi duduk di sebelah kakinya. Berkatalah malaikat yang berada di sebelah kakinya kepada malaikat yang berada di sebelah kepalanya: "Apa yang engkau lihat?" Ia berkata: "Dia kena guna-guna." "Apa guna-guna itu?" "Guna-guna itu sihir." "Siapa yang membuat sihirnya?" Ia menjawab: "Labid bin al-A’syam Alyahudi yang sihirnya berupa gulungan yang disimpan di sumur keluarga si Fulan di bawah sebuah batu besar. Datanglah ke sumur itu, timbalah airnya dan angkat batunya kemudian ambillah gulungannya dan bakarlah." Pada pagi hari Rasulullah saw. Mengutus Ammar bin Yasir dengan kawan-kawannya. Setibanya di sumur itu tampaklah airnya yang merah seperti pacar. Air itu ditimbanya dan diangkat batunya serta dikeluarkan gulungan itu, padanya ada tali yang terdiri atas sebelas simpul.
(Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab Halaílun Nubuwah dari al-Kalbi dari Abi Shalih yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi membuatkan makanan bagi Rasulullah saw. Setelah makan makanan itu tiba-tiba Rasulullah sakit keras sehingga shahabat-shahabatnya mengira bahwa penyakit itu timbul dari perbuatan yahudi itu.
(Diriwayatkan oleh Abu Na’im dalam kitab al-Dalaildari Abu Jafar ar-Razi dari ar-Rabi bin Anas yang bersumber dari Anas bin Malik.)

Dalam catatan sejarah yang lainnya, kita bisa mendapati bengisnya permusuhan orang-orang Yahudi kepada kaum muslimin sebagaimana terjadi dalam perang Ahzab. Orang Yahudi bersekutu untuk menghancurkan orang-orang mukmin dan untuk membunuh Rasulullah s.a.w.

Dikomandoi orang-orang Yahudi, kaum munafik dan orang-orang musyrik bersekutu membuat makar penghacuran terhadap orang-orang mukmin di Medinah. Mereka telah mengepung rapat orang-orang mukmin sehingga sebagian dari mereka telah berputus asa dan menyangka bahwa mereka akan berhasil dihancurkan oleh musuh-musuh mereka itu. Sampai akhirnya Allah mengirimkan bantuan berupa tentara yang tidak kelihatan dan angin topan, sehingga musuh-musuh itu menjadi kacau balau dan melarikan diri.

Sesudah golongan-golongan yang bersekutu itu kocar-kacir, maka Allah memerintahkan Nabi untuk menghancurkan Bani Quraizhah (Ahli Kitab) dan menghalau mereka dari benteng-benteng mereka. Kemudian seluruh laki-laki yang ikut berperang dibunuh, perempuan dan anak-anak ditawan. "Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memesukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan". (Al-Ahzab: 26).

Laporan yang ditulis Prof. Dr. Mustafa Regev dalam artikelnya yang ditulis di harian al Syarq Qatar pada edisi 2 Agustus 2006, sebagaimana dilansir
www.infopalestina.com, mencengangkan kita semua. Kedengkian dan kebengisan orang-orang Yahudi tidak berubah seiring perkembangan zaman. Malahan justru makin meningkat dan beragam bentuk kebiadabannya. Bahkan kesesatan ajarannya telah membentuk penganut-penganutnya menjadi manusia buas dan barbar.

Bunyi ajaran syariat orang-orang Yahudi diantaranya adalah:
"Orang-orang yang tidak mengimani ajaran-ajaran Yahudi dan syariat Yahudi, harus kita persembahkan sebagai korban untuk Tuhan kita yang agung."

"Ketika kamu mendekati suatu kota untuk kau perangi, maka ajaklah untuk damai. Kalau (warga) kota menjawab ajakan damai dan kota dibuka untukmu, maka semua bangsa yang ada didalamnya menjadi milikmu untuk kau tundukkan dan kau perbudak untukmu. Kalau (kota itu) menyerahkan diri kepadamu, bahkan melakukan perang denganmu maka kepunglah. Apabila Tuhanmu mendorongnya ke tanganmu maka bunuhlah semua laki-laki dengan mata pedang. Sedangkan kaum wanita, anak-anak, binatang ternak dan semua yang ada di dalam kota, semua rampasannya jadikanlah rampasan untuk dirimu. Makanlah rampasan musuh-musuhmu yang diberikan Tuhan-mu untukmu."

Dan kini, betapa hari ini mata kita masih hangat oleh air mata menyaksikan saudara-saudara kaum muslimin di Palestina dan Libanon dibantai dengan sadis oleh Israel sang Yahudi la'natullah. Semoga janji Allah segera tiba untuk memenangkan orang-orang beriman diatas orang-orang kafir yang berbuat dzalim.

Berita dari infopalestina.com

KEYAKINAN DAN PRAKTEK RITUAL ZIONIS YAHUDI *)

COMES: Di antara episode-episode yang sangat berkesan dan terkenal dari drama “Pedagang Senjata” karya Shakeshpeare adalah sebuah episode yang di dalamnya menampilkan “seorang pedagang Yahudi di Venesia (Italia), pada satu waktu dia melakukan pertaruhan terhadap daging seorang bocah Kristen, yaitu dengan memotong bagian tubuh bocah yang sudah disepakati.”
Ungkapan dari syariat mereka diantaranya sebagai berikut:
“Orang-orang yang tidak mengimani ajaran-ajaran agama Yahudi dan syariat Yahudi, harus kita persembahkan sebagai korban untuk Tuhan kita yang agung.”
“Ketika kamu mendekati suatu kota untuk kau perangi maka ajaklah untuk damai. Kalau (warga) kota menjawab ajakan damai dan kota dibuka untukmu, maka semua bangsa yang ada di dalamnya menjadi milikmu untuk kau tundukan dan kau perbudak untukmu. Kalau (kota itu) tidak menyerahkan diri kepadamu, bahkan melakukan perang denganmu maka kepunglah. Apabila Tuhanmu mendorongnya ke tanganmu maka bunuhlah semua laki-laki dengan mata pedang. Sedangkan kaum wanita, anak-anak, binatang ternak dan semua yang ada di dalam kota, semua rampasannya jadikanlah rampasan untuk dirimu. Makanlah rampasan musuh-musuhmu yang diberikan Tuhan-mu untukmu.”
Bagaimana mereka mumpahkan darah? Orang-orang Yahudi memiliki banyak cara dalam menumpahkan darah korbannya:
1. Menggunakan Tong Berjarum.
Yaitu subuah tong yang pas dengan tubuh korban yang di seluruh sisinya dipasang jarum tajam yang menusuk tubuh korban saat diletakan di dalam tong agar darah mengalir secara perlahan dari seluruh bagian tubuh korban, yang disertai dengan penderitaan yang teramat sangat sehingga menimbulkan sensasi kenikmatan bagi orang-orang Yahudi yang menyaksikan darah mengucur dari tubuh korban kemudian mengalir dari bawah tong ke bejana yang sudah disiapkan untuk menampung darah.
2. Penyembelihan dan Pembersihan.
Cara ini dilakukan dengan menyembelih korban sebagaimana menyembelih kambing dan darahnya dibesihkan dalam wadah, atau memotong pembuluh-pembuluh korban agar darah mengucur keluar dan dikumpulkan dalam wadah yang kemudian diserahkan kepada Hakom (Rabbi) yang melakukan persiapan jamuan suci yang berlumuran dengan darah untuk mendapatkan ridha dari tuhan Yahudi yang haus akan pertumpahan darah. Tidak ada kebahagiaan bagi Yahudi dalam hari-hari raya mereka apabila tidak memakan jamuan yang berlumuran darah (orang) non Yahudi. Yahudi masa lalu mengutamakan darah (orang) Kristen karena kedengkian keagamaan yang mereka sembunyikan terhadap agama dan orang-orang Kristen, (korban) selanjutnya setelah itu adalah kaum muslimin.
Kisah Kejahatan yang Terkenal
Dari Polandia, korban bernama Agnes Horoza berusia 19 tahun. Gambar menjelaskan sebagian simbol-simbol Yahudi. Kemudian disusul penangkapan orang-orang Yahudi yang dituduh melakukan kejahatan ini. Dari Italia, orang-orang Yahudi menyembelih seorang bocah untuk ditumpahkan darahnya.
Di Mesir. Seorang lelaki Yahudi pergi dari Kairo ke kota Bur Sa’ed. Selanjutnya dia menyewa tempat di sebelah barat kota. Berkali-kali mendatangi seorang penjual Yunani di daerah yang sama. Sampai suatu hari dia datang bersama seorang bocah kecil berusia 8 tahun. Orang Yahudi ini kemudian minum arak dan memaksa si bocah meminumnya hingga menarik perhatian orang Yunani tersebut. Pada hari selanjutnya, ditemukan jasad bocah tersebut dicincang secara biadab, tenggorokannya diputus. Peristiwa itu membuat geger warga di Mesir kala itu.
Di Suriah, ditemukan mayat seorang wanita kristen, disembelih, tubuhnya kehabisa darah. Pelaku kejahatan ini adalah seorang Yahudi “Revol Ankuta” yang dituduh melakukan penyembelihan. Dia mengambil darah korban untuk digunakan dalam hari raya Pesakh (Paskah). Di Libanon, orang-orang Yahudi menyembelih korban Fathullah al Shaigh. Mereka mengambil darah korban untuk digunakan dalam perayaan hari raya Pesakh.
Di negeri Syam, seorang wanita Yahudi “Banud” murtad dari agamanya setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri kejahata-kejahatan Yahudi yang mengerikan. Mereka membunuh anak-anak tidak berdosa demi mengambil darah mereka untuk dicampur dalam jamuan hari raya Pesakh. Dia pun masuk Kristen menjadi biarawati dan meninggal dunia dengan nama “Katrina”. Dia meninggalkan memori (catatan) yang sangat berbahaya tentang kejahatan-kejahatan Yahudi dan kehausan mereka untuk menumpahkan darah. Dalam memorinya dia menyebutkan peristiwa-peristiwa yang dia saksikan sendiri!!
Di Inggris, ditemukan mayat seorang bocah berusia 12 tahun terbunuh dan berlumuran darah akibat banyak luka ditubuhnya. Saat itu bertepatan dengan hari raya (jamuan) Pesakh Yahudi. Hal itu tidak membuat ragu lagi bagi warga Inggris bahwa pembunuh bocah tersebut orang-orang Yahudi. Akhirnya berhasil dibekuk para pelaku kejahatan ini yang kesemuanya ternyata adalah orang Yahudi! Ini merupakan persoalan yang pertama kali terungkap dan catatannya masih tersimpan di keuskupan Inggris!!
Di ibukota London telah ditemukan jasad seorang bocah di sebuah pemakaman suci. Pada tubuh korban tidak ditemukan setetes darahpun yang telah dikuras dengan luka khusus. Orang Yahudi menculik bocah lain dari Lincoln. Dan itu terjadi pada hari raya jamuan suci Pesakh. Mereka menyiksa korban, menyalib dan menguras darahnya. Ayah korban menemukan jasad anaknya di sumur dekat rumah orang Yahudi. Saat dilakukan penyidikan, sang Yahudi mengakui terlibat dalam kejahatan ini. Sebanyak 91 orang Yahudi diajukan ke pengadilan dan 18 di antaranya dijatuhi hukuman mati!!
Kejahatan orang Yahudi di Inggris terus berlanjut hingga tahun 1290 ketika orang-orang Yahudi menyembelih Oxford, seorang bocah Kristen, dan diambil darahnya. Kejahatan ini membuat raja Edward I mengeluarkan perintahnya yang sangat bersejarah tentang pengusiran orang-orang Yahudi dari Inggris!!
Di Perancis, seorang remaja Kristen dijual kepada Yahudi pada tahun 1192. Orang-orang Yahudi kemudian menyembelih dan menampung darahnya. Saat pengadilan di gelar, raja Philip Agustus menghadiri langsung pesidangan dan memerintahkan orang-orang Yahudi yang melakukan kejahatan ini agar dibakar mati!! Di Jerman, orang Yahudi menculik seorang bocah berusia 3 tahun kemudian membunuh korban setelah diambil darahnya. Pelaku kejahatan ini dijatuhi hukuman mati dengan dibakar!! Di Spanyol, salah seorang Yahudi memberikan pengakuan atas teman-temannya dan orang-orang yang ikut dengannya dalam menyembelih salah seorang bocah dan mengambil darahnya. Dalam kasus ini, sebanyak 8 orang Yahudi dijatuhi hukuman mati. Kasus inilah yang menjadi penyebab dikeluarkannya keputusan pengusiran orang-orang Yahudi dari Spanyol pada tahun 1490!!
Di Swis tahun 1287, tepatnya di Berne, orang-orang Yahudi menyembelih seorang bocah bernama Rudolf di rumah orang Yahudi kaya raya di kota Berne. Orang-orang Yahudi mengakui kejahatan mereka dan banyak dari mereka yang dihukum mati. Kota Berne membuat patung yang menggambarkan orang Yahudi tengah makan seorang bocah kecil, patung ini dipasang di kampung Yahudi guna mengingatkan mereka atas kejahatan buas yang mereka lakukan!!
Di Austria tahun 1462, di daerah Insbirk, seorang bocah Kristen dijual kepada orang Yahudi lalu mereka menyembelihnya di atas batu di dalam gua. Darah korban digunakan untuk merayakan hari raya Pesakh. Setelah kejadian itu, pihak pemerintah mengeluarkan sejumlah keputusan yang mewajibkan orang-orang Yahudi mengikatkan tali berwarna kuning di lengan kiri mereka guna membedakan mereka dengan orang-orang Swis agar untuk menghindari kejahatan mereka!!
Di Italia tahun 1475, seorang bocah berusia 3 tahun bernama Simon dinyatakan hilang. Ketika semua mata (kecurigaan) diarahkan ke orang-orang Yahudi, mereka menghadirkan mayat bocah dari selokan guna menjauhkan tuduhan. Setelah dilakukan penyelidikan terbukti bahwa korban tidak mati karena tenggelam, namun karena kehabisan darah yang dikeluarkan melalui luka di bagian leher, pergelangan tangan dan kaki. Orang-orang Yahudi mengakui atas kejahatan tersebut. Mereka berdalih sangat membutuhkan darah untuk menyempurnakan ritual agama mereka serta untuk membuat adonan roti hari raya mereka dengan darah manusia dan anggur. Sebanyak 7 orang Yahudi dijatuhi hukuman mati dalam kasus ini!!
Di Hongaria, orang-orang Yahudi menculik seorang gadis remaja Kristen berusia 14 tahun. Seorang bocah perempuan Yahudi mengakui dirinya menyaksikan ibunya mengundang anak perempuan Kristen ke rumahnya. Selanjutnya korban digiring sejumlah orang Yahudi ke Sinagog. Seorang anak laki-laki Yahudi mengakui, dia menyaksikan aksi penyembelihan korban dan pengumpulan darah dalam wadah besar. Sejumlah orang Yahudi mengakui ikut terlibat dalam aksi pembunuhan ini guna merayakan hari raya Yahudi Pesakh. Sebanyak 15 orang Yahudi diajukan ke pengadilan, dan ini menjadi pengadilan bersejarah di Hongaria. Namun kekuatan dana (sogok) Yahudi telah menghancurkan kebenaran dalam kejahatan ini dan pengadilan membebaskan orang-orang Yahudi dari tuduhan pembunuhan. Meskipun semua bukti tuduhan menunjuk kepada keikutsertaan mereka dalam aksi kejahatan ini. Kejahatan ini menimbulkan situasi anti Yahudi yang menyebar di seluruh Eropa!!
Di Rusia, bertepatan dengan hari raya jamuan suci Yahudi, hilang seorang anak laki-laki berusia delapan setengah tahun. Seminggu kemudian, jasad korban ditemukan di sebuah rawa dekat kota. Saat dilakukan otopsi terhadap korban ditemukan banyak luka dari jarum tajam di seluruh tubuhnya, namun tidak ditemukan bekas darah setetespun di tubuhnya. Karena korban telah dimandikan sebelum dikenakan bajunya kembali. 3 orang wanita Yahudi mengakui sebagai pelaku kejahatan tersebut!!
Di Turki, di pulau Rudes, bertepatan dengan hari raya Yahudi Purim, seorang anak laki-laki Yunani dinyatakan hilang. Sebelumnya bocah ini terlihat memasuki kampung Yahudi di pulau tersebut. Ketika orang-orang Yunani marah dan meminta dilakukan pencarian terhadap bocah tersebut, hakim Turki Yosef Pasha terpaksa mengepung perkampungan Yahudi dan menahan para pemimpin Yahudi. Jurnal Ma’arev cetakan tahun 1905 jilid 10 halaman 410 mengakui melalui tokoh milyuner Yahudi, pejabat pemerintah Turki Utsmani kala itu berhasil disogok. Dan demikianlah kekuatan uang Yahudi telah berhasil menghancurkan kebenaran dalam kejahatan ini. (seto)

*) Artikel ini ditulis oleh Prof. Dr. Mustafa Regev di harian al Syarq Qatar pada edisi 2 Agustus 2006.

Cagub - Cawagub PKS

LEBIH DEKAT DENGAN BANG ZUL & MARISSA


Majelis Syuro DPP PKS (30/7) akhirnya menetapkan kader internalnya, Dr. Zulkieflimansyah, SE., MSc., untuk dimajukan sebagai calon gubernur dalam PILKADA Banten akhir 2006 ini. Ketetapan ini merupakan hasil dari skenario B yang disiapkan DPP PKS jika koalisi dengan PD sampai akhir Juli 2006 tidak menemukan kejelasan. Dengan menggandeng PSI, PKS memantapkan diri secara bulat mengajukan kader internalnya untuk bertarung dalam PILKADA.

Bursa yang juga tidak kalah seru adalah soal sosok yang akan dipasangkan dengan Bang Zul, panggilan akrab Dr. Zulkieflimansyah. Dari tiga nama kandidat yang masuk dalam rekomendasi DPP PKS, akhirnya aktris cantik dan politisi dari PDI-P, Marissa Haque, terpilih untuk mendampingi Bang Zul, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, maju dalam PILKADA Banten. Mba Ica, sapaan akrab Marissa Haque, menyingkirkan dua kandidat lainnya Imam Aryadi (Aleg Partai Golkar), dan Dedi 'Miing' Bagito (Aktris dan pelawak senior). Untuk mengenal lebih dekat dengan 2 calon dari PKS ini, berikut adalah sekilas biografi dari keduanya:

Dr. Zulkieflimansyah, SE., MSc.

Dilahirkan di Sumbawa Besar, 18 Mei 1972. Sederet prestasi telah diraih semenjak masih kanak-kanak. Berbagai lomba dan prestasi telah dimenangkannya ditanah yang terkenal madu dan minuman alami berenergi. Dan puncaknya ia terpilih mewakili propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada kompetisi pertukaran pelajar antara Indonesia-Australia selama hampir setahun pada tahun 1989.

Bang Zul bersekolah di Darwin High School di Darwin dan di Sadadeen Secondary College di Alice Springs. Pengalaman tinggal bersama keluarga Australia yang melakoni bisnis Outback Freight Business Service memungkinkan dirinya mengenal Australia sangat dalam sampai ke pedalaman dan berinteraksi dengan suku asli aborigin yang mengesankan.

Ketika kuliah di UI berbagai aktivitas dan prestasi juga di torehkan. Periode 1994-1995 Bang Zul dipercaya oleh Mahasiswa UI sebagai Ketua Senat Mahasiswa tingkat Universitas yang kini menjelma menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UI).

Mahasiswa berprestasi UI di bidang penalaran diperolehnya di tahun 1994 serta menjadi Pemenang pertama lomba menulis Mahasiswa bidang ekonomi tingkat Nasional. Bang Zul juga menjadi pemenang di lomba menulis mahasiswa dalam Bahasa Inggris yang di selenggarakan oleh Japan Airlines (JAL) baik di tingkat Universitas Indonesia maupun di Tingkat Nasional. JAL kemudian mensponsorinya untuk belajar di Sophia University Tokyo, Japan tentang Comparative Asian Industrial System.

Belajar adalah kebutuhan untuk senantiasa meningkatkan kapasitas. Demikian salah satu prinsip hidupnya. Selain degree programme yang ditempuhnya di Glasgow, Bang Zul juga menempuh pendidikan lanjutannya di Kennedy School of Government, Harvard University (US), Institute for New Technology, Maastricht (The Netherlands), Science and Policy Research Unit di University of Manchester (UK) serta di University of Dundee (Scotland).

Bang Zul kini berkiprah di DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mewakili daerah pemilihan Kabupaten dan Kota Tangerang ( Banten 2 ). Kapabilitasnya menjadikan dirinya dipercaya menjadi wakil ketua Fraksi PKS DPR RI. Aktivitas sehari-hari di Komisi VI terkait erat dengan persoalan perindustrian, perdagangan, BUMN, Koperasi dan UKM, Investasi Asing, Badan Standarisasi Nasional serta KPPU. Dirinya juga menjadi anggota Badan Musyawarah DPR.

Keterlibatannya di dunia politik tak berarti karena tak berprestasi sebagai akademisi di kampus. Memenangkan berbagai Grant Penelitian di tingkat Nasional, menulis di jurnal ilmiah di dalam dan luar negeri serta merepresentasikan Indonesia di penelitian-penelitian Internasional adalah hal biasa yang dilakukannya. Tak mengherankan jika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menobatkannya sebagai Peneliti Muda Terbaik Indonesia dalam bidang Ekonomi dan Management tahun 2003.

Memiliki rumah tinggal di kawasan BSD Kabupaten Tangerang bersama seorang istri dan 2 putra. Sejak menjadi aleg, dirinya lebih sering tinggal di rumah dinas, Jakarta. Sehingga warga sekitar di kampung Dadap BSD itu banyak yang merasa kehilangan. Terkait dengan kepakarannya dalam bidang ekonomi, selain aktivitasnya sebagai kader PKS di parlemen, Bang Zul mengajar sebagai dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Marissa Haque, SH., MHum.

Marissa Haque lahir di Balikpapan, 15 Oktober 1962. Sejak Belia, selain sekolah sebagai kewajiban utamanya, putri sulung pasangan Allen Haque (berdarah Belanda) dan Nike Suharyah (Sumenep), mengisi waktu luangnya dengan kegiatan menari dan menyanyi di sanggar "Swara Mahardika" pimpinan Guruh Sukarno-putera. Namun, dunia yang ia selami terasa sempit, akhirnya ia tertarik menjadi model dan aktris.

Film pertamanya berjudul "Kembang Semusim", garapan sutradara M.T. Risyaf di tahun 1980. Talentanya yang besar dalam seni peran kemudian membuahkan hasil. Di tahun 1984, Marissa berhasil meraih Piala Citra sebagai Aktris Pembantu Terbaik di film "Tinggal Landas Buat Kekasih". Bintangnya makin bercahaya, Lewat film "Matahari-Matahari" (1985), ia berhasil meraih penghargaan sebagai Aktris Terbaik pada Festival Film Asia Pasifik tahun 1987. Dan main bersama suaminya, Ikang Fawzi, dalam "Biarkan bulan Itu" (1986), ia dinobatkan sebagai Aktris Terbaik Festival Film Indonesia.

Tak puas hanya sebagai pemain, ia mulai menjajal kemampuannya sebagai prosuser. Dari tangannya terlahir film "Sepondok Dua Cinta" (1990) dan "Yang Tercinta" (1991). Sejak itu, ia mulai tertarik untuk memproduksi sejumlah sinetron. Salah satu sinetron karyanya yang sukses adalah "Salah Asuhan" (1993), berhasil meraih Piala Vidia sebagai mini seri terbaik versi Festival Sinetron Indonesia 1994.

Kehidupannya yang tidak jauh dari dunia perfilman bukan berarti Marissa larut dalam gaya hidup glamour. Bersama Ikang Fauzi, yang menikahinya pada 12 April 1987, Marissa menikmati kehidupan spiritual mendekatkan diri kepada Allah SWT. Puncaknya ketika tahun 1993 keduanya berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Keagungan Allah SWT membimbingnya untuk terus berusaha dan mencoba istiqomah beribadah. Keputusannya untuk mengenakan jilbab pun bulat. Dengannya ia selalu merasa lebih dekat kepada Allah SWT., lebih aman dan terhindar dari pelecehan seksual maupun diskriminasi gender.

Latar belakang pendidikannya juga patut diajungi jempol, tidak seperti sebagian artis lain yang lebih memilih dunia selebriti dengan mengenyampingkan pendidikan, Marissa berhasil menamatkan kuliahnya di fakultas hukum Universitas Trisakti. Bahkan karena keseriusannya menekuni dunia perfilman, dirinya menempuh kuliah S-2 di Ohio University-Amerika Serikat dengan jurusan Study Kajian Film dan Televisi Internasional.

Popularitas dan kecerdasannya menarik hati PDI Perjuangan untuk memasukkannya dalam jajaran selebriti yang politisi. Pemilu 2004 mengantarkan dirinya menjadi anggota DPR RI dari PDI-P dari daerah pemilihan Bandung. Tidak hanya sekedar pasang tampang, Marissa membuktikan kemampuanya dengan melakukan banyak gebrakkan. Diantaranya adalah pembuatan CD Audio Visual tentang Penyelewengan Penyelenggaraan Haji di tahun 2005.

Interaksinya dengan kader-kader PKS di parlemen, membuat Marissa dekat dengan PKS. Bahkan tidak diragukan lagi, Ibu dua anak ini sudah menjadikan kajian tarbiyah sebagai salah satu aktifitasnya. Dan kini, dengan lebih terang lagi, Marissa bergandengan tangan dengan PKS untuk melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik lagi di bumi para jawara ini.

Demikian ulasan sekilas tentang calon gubernur dan wakil gubernur Banten yang di usung PKS provinsi Banten. Semoga PILKADA Banten menjadi pintu bagi Partai Dakwah ini untuk melakukan banyak perbaikan demi kemaslahatan ummat. Menuju Banten yang Bersih-Peduli, Adil dan Sejahtera. Amiin.

Saatnya bagi para kader untuk menyingsingkan lengan baju, bersiap dan selalu siaga, serta bekerja keras untuk memenangkan dakwah siyasi ini.

Derita Mahasiswa Poltek GT

MESTINYA SETIAP KITA SEGERA MEMBANTU

Kota Tangerang - Jika pihak yang berkecimpung dalam bidang pendidikan tidak paham cara, metode dan aturan main dalam dunia pendidikan, maka yang muncul adalah arogansi, otoriterianisme, dan bahkan premanisme pendidikan.

Hal ini terlihat jelas dengan kasus yang menimpa ratusan mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal. Setelah penetapan Drop Out dua mahasiswa terbaiknya, Indar Dwi Basuki dan Untung Kasirin, yang lolos maju sampai Grand Final Kontes Robot Indonesia 2006, di Balairung Universitas Indonesia 3-4 Juni lalu, pihak Direktur Politeknik Gajah Tunggal men-DO massal 137 mahasiswa yang melakukan aksi solidaritas menentang SK DO 2 rekan mahasiswa sebelumnya.

Tidak hanya sampai disitu, managemen pusat Gajah Tunggal Group (PT. Gajah Tunggal) yang menaungi Politeknik Gajah Tunggal, juga memaksa 40-an dosen tetap dan staff kampus untuk mengundurkan diri. Per Awal Juli ini kampus nyaris kosong dan tidak ada aktivitas perkuliahan sedikit pun.

Tindakan premanisme sampai pada keputusan perusahaan yang menyetop uang saku bulanan mahasiswa mulai awal Juli ini. Hal ini sangat disayangkan dan merugikan pihak mahasiswa. Meskipun secara de facto mahasiswa bisa saja dianggap sudah ter-DO massal, mengingat dosen dan staff kampus juga sudah di PHK sehingga tidak mungkin melanjutkan aktivitas perkuliahan lagi dalam waktu dekat. Tetapi secara de jure, pihak institusi Politeknik Gajah Tunggal belum mengeluarkan SK resmi DO massal terhadap mahasiswa.

Artinya adalah, bahwa pihak perusahaan PT. Gajah Tunggal masih berkewajiban membayarkan uang saku bulanan kepada mahasiswa sesuai dengan surat perjanjian yang telah ditandatangani kedua belah pihak diawal para mahasiswa masuk di Politeknik Gajah Tunggal. Tetapi yang terjadi perusahaan menghentikan pembayaran uang saku kepada mahasiswa. Sudah jelas mahasiswa sangat dirugikan.

Bahkan tindakan premanisme juga hampir melibatkan pihak Pemda Kota Tangerang sebagai pemilik Asrama Tinggal Mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal. Entah ada desakan dari mana, tiba-tiba awal Juli lalu pihak Pemda Kota Tangerang lewat Dinas yang terkait dengan masalah asrama mengeluarkan peringatan kepada ratusan mahasiswa yang tinggal di Asrama, bahwa batas akhir pembayaran asrama adalah hari Minggu, 9 Juli 2006. Jika tidak mampu bayar maka mahasiswa harus angkat kaki dari asrama. Padahal, pada bulan-bulan sebelumnya pihak pengurus asrama secara kolektif membayarkan biaya sewa tinggal kepada pihak Pemda paling cepat setiap tanggal 10. Untungnya hal itu bisa dikomunikasikan pengurus Asrama dengan pihak Pemda yang akhirnya bisa memahami kesulitan yang sedang dihadapi mahasiswa.

Fakta di atas sudah jelas membuktikan wajah asli dari pihak perusahaan pembuat ban itu. Bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi yang dilakukannya tidaklah murni sebagai bentuk perannya kepada masyarakat untuk membantu negara dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Tetapi lebih kepada kepentingan bisnis yang berorientasi kepada profit. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa dengan penyelenggaraan institusi pendidikan 'gratis', ada discount pajak yang diterima perusahaan Gajah Tunggal dari pemerintah. Karena dianggap telah melakukan peran sosial yang cukup strategis.

Orientasi profit ini juga terbukti dari perbedaan yang cukup signifikan dalam hal salary lulusan Politeknik Gajah Tunggal jika dibandingkan dengan lulusan Perguruan Tinggi lain yang bekerja di perusahaan Gajah Tunggal Group. Bukan rahasia umum lagi bahwa tingkat salary alumni Politeknik Gajah Tunggal yang bekerja di perusahaan-perusahaan Gajah Tunggal Group lebih kecil jika dibandingkan dengan pekerja yang berasal dari perguruan tinggi lain untuk jenjang latar belakang pendidikan yang sama. Dalam bahasa perusahaan, selisih salary itu merupakan penggantian biaya kuliah selama 3 tahun yang harus dikeluarkan alumni Politeknik Gajah Tunggal. Apalagi besar total biaya yang harus 'dikembalikan' cukup besar, berkisar 25 - 30 juta rupiah. Artinya, sesungguhnya mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal bukanlah kuliah gratis melainkan membayar setelah bekerja.

Sikap arogansi terlihat dari statemen Ismail, public relations PT. Gajah Tunggal, sebagaimana di muat di koran tempo tanggal 18 Juli 2006, halaman A13. Ismail mengatakan, "Sekolah ini milik intern perusahaan dan semua biaya perkuliahan ditanggung perusahaan. Siapa pun tidak berhak ikut campur kebijakan kami."

Tampak dari statemennya betapa Gajah Tunggal tidak memahami etika dunia pendidikan. Semestinya mereka mengerti bahwa setiap institusi pendidikan yang sudah terdaftar di DIKTI tidak boleh tidak harus tunduk dan patuh pada tata aturan pendidikan tinggi. Disamping itu, setiap institusi 'bisnis' yang bersinggungan dengan kepentingan public tidaklah boleh semaunya sendiri membuat aturan main. Harus didasarkan kepada aturan-aturan standar yang berlaku di negeri ini. Maka salah besar jika Ismail sang public relation PT. Gajah Tunggal mengatakan 'siapapun tidak berhak ikut campur kebijakan kami'.

Yang jelas, akibat ulah arogan dan otoriter pihak Gajah Tunggal, ratusan mahasiswa dan ribuan keluarga mahasiswa dirugikan secara materi dan immaterial.


GALANG DANA AKSI:
Bagi siapa saja yang berniat membantu pendanaan baik untuk proses advokasi hukum atau pun biaya operasional, bisa menyalurkannya lewat:
Bank mandiri Cabang TangerangNo.1180005096747an. Untung Kasirin

Kabar dari Seputar Indonesia

NASIB MAHASISWA POLITEKNIK GAJAH TUNGGAL YANG DI-DROP OUT
Minta Bantuan Dana Wali Kota dan Gubernur


SETELAH diberhentikan dari Kampus Politeknik Gajah Tunggal, sebanyak 130 mahasiswa tingkat I dan II kini menganggur. Apalagi, mahasiswa yang kuliah di kampus ikatan dinas ini, rata-rata berasal dari keluarga prasejahtera. "Ada sih rasa malu sama orang tua di kampung, tapi kami juga harus memperjuangkan status sebelum ada surat pemberhentian tertulis dari pihak kampus," tutur Adi Permana, mahasiswa semester II, Jurusan Teknik Elektro ketika ditemui di Asrama Patigat, Jalan Khoirun Akhmad No.17 RT 01/03, Kampung Ledug, Kel. Alam Jaya, Jatiuwung, Tangerang.

Untuk mengisi waktu luang, mahasiswa asal Kuningan, Jawa Barat ini mengaku lebih memilih berdiam diri di kamarnya seluas 4x2,5 m2. Bukan untuk meratapi nasibnya yang terkatung-katung, Adi bersama rekan-rekan lainnya belajar mendalami sistem komputerisasi. "Siapa tahu, saya bisa bekerja sebagai teknisi komputer, tidak ada salahnya kan, "ujarnya meyakinkan. Begitu juga yang dialami Aud Shalahudin, mahasiswa semester II Jurusan Teknik Elektro asal Cirebon, Jawa Barat. Dia enggan pulang kampung halamannya karena khawatir menambah beban orangtuanya yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani. "Orang tua sudah tahu nasib saya di sini. Untungnya, mendukung perjuangan saya, " ucapnya.

Bahkan, dia pun enggan "banting stir" mengikuti kuliah di perguruan tinggi lain. Pasalnya, kuliah selama 3-4 tahun di tempat lain memerlukan biaya yang tidak sedikit. Berbeda dengan kuliah di kampus ikatan dinas milik PT. Gajah Tunggal, perusahaan produksi ban ini.

Lalu bagaimana kalian memenuhi kebutuhan sehari-hari? Zainal Abidin, mahasiswa asal Tulungagung, Jawa Timur ini mengaku, hanya mengandalkan bantuan dari saudaranya yang tinggal di Tangerang. Tentu, bantuan ini tidak cukup dalam jangka waktu sebulan. Untuk itu, Zainal dan rekan-rekannya pun memberanikan diri mengirim proposal bantuan dana ke Plt Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Walikota Tangerang Wahidin Halim.
"Terserah, mau uang atau sembako. Yang pasti, kami sangat berterima kasih," katanya dan diiyakan rekan-rekan yang ada di dekatnya.

Mereka terpaksa meminta-minta karena uang saku yang selama ini ditanggung kampus sebesar Rp. 150.000 - 300.000 per bulan per mahasiswa, secara otomatis terhenti. Padahal, uang ini amat berharga bagi mereka untuk membayar uang sewa kamar dan membeli makanan serta minuman. Namun, ditengah kembang kempisnya kucuran dana, ratusan mahasiswa tetap bertahan untuk meneruskan perjuangan dan demi kebersamaan serta kekompakan. Ini patut diacungi jempol.

Ditempat terpisah, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bela Bangsa sekaligus kuasa hukum mahasiswa, Muhammad Luthfi, mengaku prihatin atas arogansi pihak kampus. Padahal mahasiswa ini sedang semangat-semangatnya mengenyam dunia pendidikan sebagai bekal kerja di perusahaan tersebut.

Luthfi berjanji akan terus memperjuangkan nasib kliennya melalui jalur hukum. Mulai pengiriman surat kepada Walikota Tangerang, Plt. Gubernur Banten. Departemen Pendidikan Nasional, hingga melakukan hearing dengan Komisi X DPR RI. "Saya melihat celah kasus ini bakal berujung ke pengadilan negeri, ucapnya.
(sujoni)

Menyongsong Kemenangan Dakwah

MUKERDA PKS, PINTU PEMBUKTIAN AMAL DAKWAH


KOTA TANGERANG - Agenda Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) DPD PKS Kota Tangerang tinggal beberapa hari lagi. Tapi geliat kader yang sedang punya gawe, terkait amanah-amanah baru yang diembannya di kepengurusan DPD, tidak cukup terasa geregetnya. Masih ada beberapa kader yang belum tune in untuk segera bersiap diri menyongsong tuntutan bidang dakwah yang akan digelutinya. Hal ini terlihat dari sedikit lambannya respon bidang dan biro yang ada dibawahnya mempersiapkan materi untuk di-mukerda-kan. Pertemuan kader dalam satu bidang juga masih sangat minim dan terbatas dilakukan, bahkan mungkin masih terdapat bidang yang sama sekali belum pernah mengumpulkan keseluruhan anggotanya.

Semuanya berjalan seolah agenda penting ini seperti agenda-agenda lainnya yang bisa sukses terlaksana dengan menyisihkan sebagian kecil waktu saja. Tapi jika ditilik lebih dalam, maka Mukerda ini mestinya mernjadi momen yang disorot banyak kader di Kota Tangerang. Pasalnya, seabrek amanah besar yang ditelurkan oleh MUSDA 1 yang digelar beberapa bulan lalu sudah teriak-teriak untuk segera di tindak lanjuti.

Terlebih, selogan "Bersama Membangun Budaya Kepemimpinan Yang Melayani" yang diusung MUSDA tanggal 13 - 15 Mei 2006 kemarin bukanlah pesan yang main-main. Target-target yang ditetapkan DPP seperti pertumbuhan kader, target suara, perluasan jaringan dan segala macamnya sangat mencengangkan di atas kertas. Meski berdasarkan kalkulasi ilmiah target tersebut realistis, akan tetapi perlu keseriusan berfikir dan tindakan nyata yang sungguh-sungguh untuk dapat mewujudkan target-terget tersebut.

Dan ini penting untuk dibuktikan dalam bentuk kesiapan-siagaan kader, kematangan perencanaan serta ketepatan program untuk mewujudkan Kota Tangerang yang 'futuh'. Apalagi 2008 kota Pendekar Cisadane ini sudah menggelar pilkada langsung, yang dalam amanat MUSDA tertera dengan jelas bahwa PKS Kota Tangerang harus memenangkan PILKADA.

Jika dikalangan kader yang memiliki sangkut-paut dengan hajat MUKERDA saja belum begitu menggeliat, terlebih kader pada umumnya yang tidak secara langsung terlibat dalam kepengurusan DPD. Hal ini tercermin dari kurang maksimalnya serapan usulan program yang bisa dihimpun dari kader-kader di tingkat bawah atau lapangan. Termasuk antusiasme kader menyambut mukerda ini kurang cukup terlihat, mungkin karena sosialisasi jadwal mukerda yang kurang maksimal berkenaan dengan mepetnya waktu, atau memang kurangnya pemahaman kader tentang konsekuensi amanah MUSDA menuju kemenangan PEMILU 2009? Silahkan dievaluasi secara jernih.

Maka tepat jika panitia Mukerda yang dibentuk sedemikian 'kilat' ini memampang tema Mukerda "Bekerja Keras Membangun Kemenangan Dakwah". Tujuan besar dan tujuan mulia, yang telah ditetapkan partai ini tentu tidak akan terwujud tanpa kerja keras yang terus-menerus dan tanpa kenal lelah. Hanya dengan keikhlasan, kesungguhan hati, semangat yang terus menyala, serta ar-roja' yang tak kunjung padam saja yang akan mengantarkan partai ini kepada tujuan-tujuan besarnya.

Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (At-Taubah: 105)

Semoga Mukerda ini menjadi pintu ajang pembuktian keseriusan kita, kesungguhan kita, dan ketegaran kita berjalan di atas jalan dakwah yang panjang ini. Amiin.

Selamat dan Sukses Musyawarah Kerja Daerah PKS Kota Tangerang
Hotel Permata Mulia, 30 Juli 2006.

Allahu Akbar!!!

Kisah Kehidupan

PERJALANAN MENUJU KEMATIAN
Kematian adalah pemberhentian yang pasti akan kita singgahi. Ibarat kehidupan ini adalah suatu perjalanan dan kita penumpang kereta ini, maka pasti akan tiba waktunya kita sampai di stasiun tujuan.

Itulah kematian yang mesti berulang-ulang kita sadari dan renungi, bahwa ternyata hiruk pikuk, gemerlap dan warna-warni kehidupan ini akan segera terhenti kita nikmati hanya dengan satu kata yang sederhana, 'mati'.

Setiap kita sudah mendapatkan waktu yang tepat untuk tiba distasiun kehidupan, tidak bisa dimajukan ataupun ditunda barang sebentar. Dan setiap makhluk yang bernyawa, khususnya manusia, semuanya sedang bersama-sama menaiki kereta kehidupan ini. Diantaranya ada yang sedang duduk santai, karena mengira stasiun yang ditujunya masih jauh. Ada yang sedang berdegub kencang hatinya, karena stasiun tujuannya sudah didepan mata.

Tetapi yang lebih pasti adalah, bahwa ratusan, ribuan, jutaan, bahkan ratusan juta manusia sudah banyak yang turun dari kereta ini, mereka sudah sampai di tempat pemberhentian mereka, stasiun yang memisahkan antara kehidupan dan kematian.

Sebagaimana banyak Allah nyatakan didalam firman-Nya:

"Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad); maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?" (Al - Anbiya : 34)

"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul[234]. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (Al - Imron : 144)

"Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (Al - Imron : 145)

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (Al - Imron : 185)

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan." (Al - Ankabut : 57)

"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok[1187]. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (Luqman : 34)

"(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik[822] oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): 'Salaamun'alaikum[823], masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.'" (An - Nahl : 32)

"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun," (Al - Mulk : 2)

Semoga kabar-kabar kematian dari Sang Maha Hidup ini mampu menjadikan setiap kita orang-orang yang senantiasa mempersiapkan diri. Agar saat tiba di stasiun tujuan, kita membawa bekal yang cukup dan memadai untuk episode 'kehidupan' yang selanjutnya.

Untuk Muktamar KAMMI 2006

DESENTRALISASI KAMMI PERLU JADI ALTERNATIF


SEBENARNYA saya bukan kader KAMMI, simpatisan juga bukan, hanya memang saya cukup dekat dengan kader-kader KAMMI didaerah saya, Kota Tangerang.

Sekedar kasih usulan atau masukan, kebetulan saya pernah diberi amanah untuk menjadi ketua umum Forum Komunikasi Rohani Islam Perguruan Tinggi Kedinasan (FOKRI PTK), tepatnya tahun 2000 - 2002. Barangkali tidak se-solid dan se-militan KAMMI, karena FOKRI PTK dibentuk dari kampus-kampus kedinasan yang memang sangat memiliki keterbatasan dalam mengekspresikan banyak hal. Terbatas waktu diluar kampus, dan cukup terikat dengan aturan institusi yang sangat ketat.

Ditahun 2000-2002 itu FOKRI beranggotakan Rohis(LDK) STAN Jakarta, STIS Jakarta, STPI Curug, Politeknik Gajah Tunggal, AMG Jakarta, AIM Jakarta, AKIP Jakarta, STPN Jogjakarta, STIP Jakarta, STP Jakarta, ALL Bekasi, AKSARA Bogor, ditambah STPDN Bandung.

Tapi satu hal yang barangkali bermanfaat, ini tidak sama persis tapi mungkin bisa diambil sisi positifnya. Dalam kepengurusan FOKRI PTK , Badan Pengurus Harian (BPH) yang terdiri dari pengurus inti itu dibebankan kepada satu kampus. Bagi kampus yang mendapatkan amanah BPH, diberikan juga tugas untuk mengelola satu Departemen, sedangkan beberapa Departemen yang lain diserahkan secara merata (meski tidak semua) kepada kampus-kampus lain anggota FOKRI.

Setiap kampus yang mendapatkan amanah mengelola satu departemen diberikan wewenang dan tanggung jawab penuh untuk mengelola departemen bersangkutan. Hanya koordinasi dan evaluasi langsung dilakukan secara berkala kepada pengurus BPH. Jadi meskipun departemen-departemen yang ada dikelola oleh kampus yang berjauhan, amanah tiap departemen tetap terintegrasi.

Sedangkan masalah pergiliran kampus untuk mendapatkan amanah BPH disesuaikan dengan kesiapan internal kampus anggota FOKRI baik dari segi kekuatan sistem maupun ketersediaan SDM. Sehingga meski BPH setiap periode berganti, tidak memaksa kepada kampus yang belum siap untuk menjadi BPH. Rotasi kepengurusan berputar pada beberapa kampus tertentu yang sudah relatif lebih mapan dalam kualitas tarbiyah di kampus, seperti STIS, STAN, dan Politeknik Gajah Tunggal. Tetapi ini tidak masalah selama segala sesuatunya ditempuh lewat syuro' yang harmonis.

Saya berpendapat, sepertinya perlu dilakukan pengkajian tentang kemungkinan dilakukannya desentralisasi untuk up-grading pola pikir dan cara kerja dalam menangkap dan mengembangkan pola pikir kader2 KAMMI di daerah. Sedangkan untuk pengurus harian dan departemen yang sangat krusial harus tetap berada di Jakarta.

Pergiliran jenis amanah untuk kader-kader daerah lebih kepada pergiliran
antar departemen, misal periode sekarang Bandung memegang amanah Departemen A, periode berikutnya diamanahi Departemen B. Begitu seterusnya sehingga sinergi dan akselerasi pola pikir dan cara kerja kader-kader KAMMI di seluruh nusantara dapat meningkat beriringan. Disamping itu beban dakwah juga akan berlangsung seimbang. Untuk manjamin keselarasan kerja dakwah antar daerah harus dilakukan syuro berkala misal 3 bulan sekali. Selebihnya, untuk up-date info-info terbaru dari daerah bisa melalui milist KAMMI bukan??

OK, selamat berjuang.. dan teruslah bekerja tanpa kenal lelah

Perjalanan Aksi Mahasiswa Poltek

PERCEPAT PROSES ADVOKASI MAHASISWA POLTEK GT


KOTA TANGERANG - Masa perjuangan menuntut kebenaran dan keadilan para mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal sudah memasuki hari ke-42. Upaya-upaya yang telah diupayakan belum juga membuahkan hasil yang berpihak kepada mahasiswa.

Mulai dari upaya negosiasi penyelesaian internal yang dilakukan oleh tim mahasiswa yang didampingi DEMA (Dewan Mahasiswa) tanggal 15 Juni lalu, sampai dengan pengaduannya ke fraksi PKS DPR RI tanggal 18 Juli kemarin, belum ada titik terang, kapan proses perjuangan menuntut keadilan ini akan segera tuntas.
Runutan langkah yang terekam dalam perjalanan aksi mahasiswa bisa dilihat sebagai berikut:

13 Juni 2006 : Keluar SK Pemecatan (DO) 2 mahasiswa berprestasi, Indar Dwi Basuki dan Untung kasirin. Keputusan arogan ini mengusik hati nurani mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal. Gaya kepemimpinan direktur Politeknik Gajah Tunggal, Budiman Ivino, yang selama ini sangat diktator dan otoriter menyulut mahasiswa untuk sampai kepada kesatuan kata dan tekad: aksi menentang arogansi, ke-diktator-an, dan ke-otoriter-an.

14 Juni 2006 : Mahasiswa Tk. II (semester 4) dan mahasiswa Tk. I (semester 2), berjumlah 137 mahasiswa, melakukan aksi solidaritas mogok belajar. Pada hari ini dilakukan negosiasi untuk menuntut pencabutan SK Pemecatan diatas. Karena sikap pengecut direktur Politeknik Gajah Tunggal, yang tidak berani mempertanggungjawabkan tindakannya berhadapan dengan mahasiswa, negosiasi dilakukan di Gajah Tunggal Grup Tangerang.

Budiman Ivino bersembunyi dibelakang management Gajah Tunggal dengan menebar opini dan isu yang menyesatkan, bahwa 2 mahasiswa (Indar & Untung) telah melakukan korupsi dan merugikan secara material Politeknik Gajah Tunggal. Benny Gozali, pimpinan Perusahaan Gajah Tunggal Tangerang, bukan menjadi penengah atau peredam masalah, secara membabi buta menyalahkan mahasiswa dan mendukung penuh keputusan direktur Politeknik Gajah Tunggal.

Karena negosiasi tak seimbang itu menemui jalan buntu, sore harinya seorang perwakilan mahasiswa dan 2 mahasiswa yang di DO mengadukan kasusnya ke fraksi PKS DPRD Kota Tangerang. Sementara aksi mogok belajar masih berlangsung dihalaman kampus Politeknik Gajah Tunggal hingga jam 18.00 WIB.

15 Juni 2006 : Mahasiswa kembali melakukan aksi solidaritas dengan mogok kuliah di halaman kampus. Koran Satelit News memuat berita 'aksi solidaritas' mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal, tetapi kontennya justru menyudutkan mahasiswa. Mengambil informasi dari Ismail, Public Relations PT. Gajah Tunggal, dikatakan pada koran itu bahwa 2 mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal di DO karena nilainya kurang (padahal proses DO berdasarkan nilai hanya bisa dilakukan setelah hasil UAS keluar, sementara sesuai jadwal akademik Politeknik Gajah Tunggal baru akan melaksakan UAS tanggal 10 Juli 2006). Jadi, Ismail, PR PT. Gajah Tunggal telah memberikan keterangan palsu, berbohong kepada publik Kota Tangerang dan warga Banten pada umumnya.

16 Juni 2006 : Harian Seputar Indonesia (Sindo), Koran Tempo, dan Tribun Banten, memuat aksi solidaritas mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal. Diharian Tribun Banten memuat berita foto dengan isi teks yang kurang lebih muatannya sama dengan pemberitaan Satelit News sehari sebelumnya, bahwa mahasiswa melakukan aksi solidaritas untuk rekannya yang di DO karena nilainya rendah. Lagi-lagi narasumbernya adalah Ismail, PR PT. Gajah Tunggal.

Harian Sindo lebih objektif, diberitakan didalamnya bahwa aksi mahasiswa politeknik gajah tunggal adalah dalam rangka solidaritas 2 rekannya yang di DO secara sepihak oleh Budiman Ivino per 12 Juni 2006. Dalam keterangannya Ismail tidak bisa berdusta lagi, karena pihak redaksi SINDO sudah menerima dokumen dan kronologis dari mahasiswa yang dibagikan untuk kalangan pers dan umum sehari sebelumnya. Ismail mengatakan bahwa 2 mahasiswa tersebut (Indar & Untung) di DO karena point-point tuduhan yang tercantum dalam SK DO direktur Politeknik Gajah Tunggal. Hanya saja SINDO tidak mengkritisi kebijakan Budiman Ivino yang otoriter.

Koran Tempo, memuat berita yang cukup baik. Disamping bersifat objektif, pesan yang terkandung didalamnya adalah menyayangkan sikap Direktur Politeknik Gajah Tunggal yang sewenang-wenang.

Fraksi PKS mem-follow-up pengaduan mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal, dan membawanya ke Komisi B DPRD Kota Tangerang, yang membidangi masalah pendidikan. Hari itu perwakilan mahasiswa melakukan hearing dengan komisi B. Hasilnya, komisi B berjanji akan memanggil Direktur Politeknik Gajah Tunggal, Budiman Ivino, pada hari Senin 17 Juli 2006, untuk melakukan klarifikasi dan langkah penyelesaian masalah.

Mahasiswa juga mengirim perwakilannya untuk menemui HRD Gajah Tunggal Grup Pusat, di Wisma Hayam Wuruk Jakarta. Dari perbincangan dengan Pimpinan HRD Pusat, Ope Mustofa, ditarik kesimpulan bahwa SK bermasalah yang dikeluarkan oleh Budiman Ivino sangatlah sulit dianulir, akar masalahnya adalah terbentur soal prestise corporasi Gajah Tunggal Group yang tidak mau gentle mengakui kesalahannya kepada mahasiswa dan publik. Sehingga bukan lagi masalah siapa yang benar akan dibela, atau yang salah akan dihukum, tetapi lebih kepada ketidakamuan menelan resiko rasa malu yang harus ditanggung Gajah Tunggal Grup jika 'ditaklukkan' oleh mahasiswa yang dibiayainya.

17 Juni 2006 : Pihak PT. Gajah Tunggal melakukan upaya intimidasi kepada para mahasiswa untuk menghentikan aksi dengan cara memberikan ancaman-ancaman tertentu kepada beberapa karyawannya yang memiliki hubungan kekerabatan dengan mahasiswa di Politeknik Gajah Tunggal.

19 Juni 2006 : Budiman Ivino datang menghadiri panggilan Komisi B DPRD Kota Tangerang, sementara mahasiswa sudah dicekal pihak Gajah Tunggal melalui security. Mereka tidak boleh memasuki wilayah kampus, kecuali menandatangani formulir pernyataan penghentian aksi. Akhirnya mahasiswa terkonsentrasi di asrama, yang berlokasi sekitar 2 km dari kampus. Siang harinya mereka mendatangi gedung DPRD Kota Tangerang bersamaan dengan waktu pemanggilan Budiman Ivino oleh Komisi B.

Puluhan mahasiswa yang mewakili Komunitas BEM Tangerang (KOMBET), sudah lebih awal melakukan aksi diteras gedung DPRD untuk memberikan dukungan moral kepada para mahasiswa Poltek Gajah Tunggal, sekaligus pressure kepada Komisi B agar tidak segan2 melakukan tindakan tegas kepada Direktur Politeknik Gajah Tunggal yang telah bertindak sewenang-wenang.

Kedatangan Budiman Ivino ke gedung DPRD Kota Tangerang dikawal puluhan 'alumni sukses' yang memang sudah cukup akrab dengan Budiman lewat rutinitas acara kebhaktian di perusahaan. Sekali lagi, membuktikan bahwa dirinya sangat pengecut: dia yang membakar lumbung, orang lain yang ngga tahu-menahu diajak memadamkannya.

Budiman dipanggil secara tertutup untuk melakukan klarifikasi berkenaan dengan pengaduan mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal, sementara diluar gedung aksi mahasiswa berlangsung dari jam 12.30 dsampai dengan jam 15.00 WIB. Setelah sekitar 1,5 jam pertemuan tertutup, PO Abas Sunarya selaku ketua Komisi DPRD Kota Tangerang bersama anggota legislatif lainnya, dan pihak rombongan Budiman Ivino keluar menemui mahasiswa untuk menyampaikan hasil pertemuan.

Hasil pemanggilan Komisi B terhadap Direktur Politeknik Gajah Tunggal memang jauh dari harapan mahasiswa. Abas hanya mengungkapkan bahwa dewan hanya berfungsi sebagai mediator, dan kedua belah pihak mesti bersikap mencari solusi. Disampaikannya bahwa Budiman Ivino meminta waktu tangguh selama 1 pekan untuk mengeluarkan putusan lebih lanjut. Sedangkan mahasiswa dinyatakan diliburkan untuk sementara waktu selama satu pekan.

26 Juni 2006 : Jeda waktu satu pekan yang dijanjikan Budiman Ivino tiba. Tetapi niat baik dari pihak Direktur Politeknik Gajah Tunggal itu tidak tampak terlihat. Hal ini ditunjukkan dengan sikapnya yang menutup komunikasi dengan pihak DPRD dan mahasiswa. Bahkan dirinya menebar opini dikalangan management PT. Gajah Tunggal tbk. bahwa kasus DO 2 mahasiswa sudah ditunggangi kepentingan politik, sehingga dirinya berlepas tangan dan menyerahkan kasus ini kepada pemilik pusat Politeknik Gajah Tunggal, Icih Nursalim (adalah istri Syamsul Nursalim, terdakwa kasus BLBI yang lari ke Singapura).

Masalah menjadi berkembang, karena pusat memutuskan pembekuan aktivitas perkuliahan secara total. Mahasiswa statusnya dibuat mengambang, diliburkan sampai batas waktu yang ditentukan kemudian. Sementara dosen tetap dan para staff kampus dipaksa mengajukan surat pengunduran diri. Kontan, kampus Politeknik tidak mungkin lagi mengadakan aktivitas perkuliahan lagi, minimal dalam waktu dekat. Bahkan kabar yang berkembang, Politeknik akan di tutup minimal untuk jangka waktu 3 tahun.

Gelap matanya pimpinan pusat gajah tunggal, yang diawali kecerobohan dan arogansi direktur politeknik gajah tunggal mengancam dan sangat merugikan masa depan para mahasiswa. Untuk itu, mulai 2 Juli 2006 perjuangan mahasiswa didampingi kuasa hukum Muhammad Luthfi, SH. dari LBH Bela Bangsa. Langkah2 perlawanan terlihat semakin membaik dengan penyebaran opini yang cukup intensif dimedia massa baik lokal maupun nasional. Termasuk langkah pengaduan ke DPR RI komisi X yang menangani masalah pendidikan.

Semoga langkah perjuangan dari rekan2 mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal menemukan titik terang. Kemudian Allah SWT. memenangkan kebenaran, dan menghinakan kedzoliman. Amiin.

Setiap perjuangan butuh pengorbanan, dan setiap orang-orang mukmin bersaudara, saling membantu satu sama lain. Bagi siapa saja yang ingin membantu, baik melalui skillnya, wewenangnya, ataupun dananya bisa berkoordinasi dengan nomor kontak berikut ini. Rona : 0813 8360 1485 (Ketua DEMA Politeknik Gajah Tunggal).

Nafas saudara2 kita mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal sangat terbatas, maka kesigapan dan kecepatan kita membantunya adalah cara terbaik untuk mengadvokasi mereka. Semoga Allah memuliakan antum yang meringankan beban saudaranya. Amiin.

Belajar dari Air

SEPERTI AIR, MENJADI PIONER


KALAU kita mengamati, bagaimana ilmu geologi menjelaskan tentang proses kehidupan di alam ini, maka kita akan dapati pengetahuan bahwa ratusan juta tahun yang lalu Allah SWT menciptakan proses kehidupan di muka bumi ini dengan air.

Air yang Allah ciptakan di planet bumi ini sungguh spesial, inilah perkara besar yang membedakan planet bumi dengan planet lainnya. Sehingga diantara triliunan planet di jagad raya ini, hanya planet bumi saja yang Allah jadikan tempat kehidupan hambanya, manusia. Ya, karena hanya di bumi saja air yang cukup bisa ditemukan.

"Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. (Az-Zumar:21)

Secara geologis kehidupan ini memang dimulai dari unsur air. Dari air tumbuh lah lumut yang bisa hidup diatas batuan yang paling keras sekalipun. Dan lumut kemudian pelan pelan menghancurkan batuan bumi yang sedemikian keras, makin lama makin subur. Setelah itu, mulai tumbuhlah jenis2 tanaman yang memiliki klas lebih tinggi; berdaun, berakar, bertangkai, bahkan berbuah. Setelah itu Allah tebarkan makhluk hidup yang lain hewan dan manusia.

Kalo mencermati kejadian tersebut, maka kita akan dapati satu nilai yang sungguh luar biasa. Air, adalah pionir proses kehidupan. Begitulah semestinya kita. Menjadi aktivis tidak sekedar menyapu lantai yang kotor,menjadi penutup genteng yang bocor atau berlayar mengikuti kemana angin berhembus. Tapi menjadi aktivis seharusnya bisa menjadi pionir2 kebaikan, menjadi inspirasi perubahan, dan menjadi penggagas blue print peradaban ini. Dirinya seperti seekor ayam jantan yang berkokok di dini hari, saat manusia lain terlelap dalam buaian.Seperti matahari yang memancarkan terang cahayanya di pagi hari, mendorong manusia 'hidup' dalam aktivitasnya.

Ya.. aktivis seharusnya menjadi pionir yang meng-create warna peradaban ini. Seperti air yang menjadi pionir proses kehidupan. Semoga kita bisa menjadi seperti air.

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan." (Al-Baqarah:164).

Untuk Mahasiswa Poltek GT

EMPATI UNTUK MAHASISWA POLITEKNIK GAJAH TUNGGAL


KOTA TANGERANG - Ada keprihatinan mendalam ketika melihat adik-adik mahasiswa Polyteknik Gajah Tunggal harus dihadapkan kepada ancaman ketidakpastian masa depan mereka. Mereka harus menerima kepahitan, sesaat setelah mereka mengharumkan nama baik Politeknik Gajah Tunggal di kancah nasional dengan modal niat baik dan kantong mereka sendiri.

Mungkin ini adalah peristiwa pilu yang sangat-sangat mencabik sejarah dunia pendidikan. Jika mahasiswa dikampus lain dengan prestasi dan karyanya pulang mendapatkan medali, hadiah dan penghargaan yang sepantasnya, atau minimal ucapan selamat dan kebanggaan, lain halnya dengan 2 mahasiswa Polyteknik Gajah Tunggal, Indar Dwi Basuki dan Untung Kasirin. Keduanya justru diganjar dengan Drop Out oleh Budiman Ivino, direktur Polyteknik Gajah Tunggal dengan alasan yang sungguh sangat mengherankan.

Mereka dituduh menggelapkan uang hadiah yang diberikan panitia penyelenggara kepada team robotnya, mereka juga dituduh memberikan keterangan palsu, dituduh menyalahgunakan wewenang institusi, dan dituduh merugikan Polyteknik Gajah Tunggal secara material maupun immaterial. Sungguh mengherankan tuduhan-tuduhan itu jika dilihat akar masalahnya adalah uang kecil senilai 4 juta rupiah, yang memang disiapkan Panitia Penyelenggara Kontes Robot Indonesia bagi setiap peserta yang lolos uji visitasi, bukan untuk institusi kampus.

Sekali lagi, uang 4 juta itu bukan untuk institusi kampus melainkan untuk operasional team Robot menjelang tahap Grand Final tanggal 3-4 Juni 2006 di Balairung Universitas Indonesia. Hal ini dibuktikan ketika Direktur Politeknik Gajah Tunggal mengutus Kholidun Pane (salah seorang dosen), untuk meminta uang 4 juta tersebut ditolak mentah-mentah oleh Panitia Penyelenggara. Dan pihak panitia menegaskan bahwa uang itu adalah untuk operasional setiap Team Robbot menuju Grand Final.

Dan kenyataanya memang 1,15 juta dari uang yang 4 juta itu dipakai untuk mengganti beberapa onderdil robot yang rusak. Selebihnya digunakan oleh mahasiswa team robot untuk mengembalikan uang pinjaman dari mantan dosen pembimbingnya, karena dari awalnya memang mereka tidak mendapatkan sepeser rupiah pun dari pihak institusi Polyteknik Gajah Tunggal. Meraka berangkat ikut kompetisi hanya bermodalkan izin dari Polyteknik, tidak beserta dana pendukungnya. Hingga uang dikantong-kantong mereka juga ludes untuk mewujudkan robot karyanya.

Ibarat 'air susu dibalas dengan air tuba'. Mereka mewakili Politeknik Gajah Tunggal, bahkan versi Panitia mereka dianggap mewakili Kota Tangerang, sebagaimana team-team lain mewakili daerah asalnya, tetapi prestasinya yang mengharumkan dan membawa nama baik kampus dan daerahnya dibalas dengan fitnah dan tuduhan keji.

Mengherankan memang, maka pantaslah kemudian muncul pertanyaan; 'Sebenarnya dibangun diatas landasan apakan institusi Polyteknik Gajah Tunggal ini? Dibangun diatas itikad baik, empati sosial, dan dedikasi yang tinggi.. ataukah dibangun diatas arogansi, otorianisme, kebencian,dan kesewenang-wenangan?' Ini PR besar bagi siapa saja yang merasa punya tanggung jawab moral terhadap Polyteknik Gajah Tunggal. Yang jelas di era perbaikan ini (reformasi), tidak ada lagi tempat bagi arogansi, otorianisme dan kesewenang-wenangan, di dunia pendidikan khususnya dan negeri tercinta ini pada umumnya.

Siapa yang rela, siapa yang tega, jika kedua mahasiswa berprestasi adalah anak kita, saudara kita, adik kita, atau kakak kita??? Tentu nurani kita akan mengatakan satu kata 'kami tidak rela'.

Itulah yang kemudian mendorong ratusan mahasiswa Polyteknik Gajah Tunggal melakukan negosiasi dan aksi solidaritas untuk membela rekannya demi mendapatkan keadilan. Akan tetapi, upaya-upaya yang mereka tempuh justru berbuntut kepada 'pembekuan' institusi Polyteknik Gajah Tunggal. Dimana saat ini dosen-dosen tetap sudah hampir seratus persen dipaksa mengundurkan diri dan diberhentikan. Sementara mahasiswa dibiarkan begitu saja, diliburkan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Ini bukanlah logika dan cara bertindak pihak-pihak yang memiliki dedikasi tinggi, tetapi sebaliknya, kembali ke jaman penjajahan yang setiap orang merdeka sangat membencinya. Sungguh sangat disayangkan.

Sungguh mahal harga kebenaran dan keadilan. Lalu, dimana hati nurani kita???

Kabar dari Satelite

RATUSAN MAHASISWA DAN DOSEN POLYTEKNIK GT DIBERHENTIKAN

Kasus pemberhentian dua mahasiswa Polyteknik Gajah Tunggal (GT), Indar Dwi Basuki dan untung Kasirin, melebar. Pihak polyteknik meliburkan ratusan mahasiswa yang melakukan aksi demo solidaritas tanpa batas waktu yang ditentukan.

JATIUWUNG--- Tak hanya itu, puluhan dosen pengajar pun turut diminta untuk mengundurkan diri. Tak pelak, kegiatan belajar mengajar mati total. Padahal, sesuai jadwal, para mahasiswa sesaat lagi akan mengikuti ujian. Merekapun mengancam akan melakukan class action (gugatan) terhadap Polyteknik GT.

"Mereka pernah mengadukan persoalan ini ke Komisi B DPRD Kota Tangerang. Namun saat mengadakan hearing (dengar pendapat) beberapa waktu lalu perwakilan mahasiswa tidak dilibatkan. Untuk itu kita memohon kepada Komisi B DPRD untuk mengadakan hearing setidaknya satu kali lagi mengenai persoalan ini," kata M. Luthfi, kuasa hukum mahasiswa dan dosen Polyteknik GT.

Menurut Luthfi, sebetulnya persoalan ini bisa diselesaikan dengan itikad baik dan kekeluargaan. Namun sayangnya, pihak Polyteknik GT tetap memandang apa yang dilakukan mahasiswa Polyteknik GT sebagai suatu kesalahan yaitu 2 mahasiswa peserta Kontes Robot Indonesia dituduh telah menggelapkan uang Rp. 4 juta yang disubsidi penyelenggara kepada peserta kontes. Padahal uang tersebut digunakan untuk mengganti biaya pembuatan robot dari patungan para mahasiswa. "Setidaknya hal tersebut bukan dalam bentuk DO, jika memang mereka memandang apa yang dilakukan mahasiswa tersebut adalah suatu kesalahan. Tetapi bisa hanya dengan Surat Peringatan (SP) saja," tandas M. Luthfi.

Lebih lanjut dikatakan M. Luthfi, selaku kuasa hukum mahasiswa Polyteknik, pihaknya akan mengadukan hal ini kepada Komnas HAM karena dirinya menilai persoalan tersebut menyangkut pelanggaran HAM dalam bidang pendidikan. "Itu jelas pelanggaran HAM, karena pihak Polyteknik GT saat ini meliburkan seluruh mahasiswa (137 mahasiswa) tanpa batas waktu, sedangkan mereka sebentar lagi harus mengikuti ujian. Itu namanya 'menggantung' mereka, kuliah tidak diurus tidak," tegasnya.

Namun demikian, pihaknya tetap masih membuka kesempatan kepada pihak Polyteknik GT untuk memandang persoalan tersebut secara bijak. "Dan jika tidak mau mengubah keputusan tersebut (memberhentikan mahasiswa, meliburkan mahasiswa tanpa batas waktu dan meminta dosen untuk mengundurkan diri) kami terpaksa akan mangajukan gugatan (Class Action) kepada Polyteknik GT," tegas pria berkacamata ini.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi B DPRD Kota Tangerang, Asep Mulyawan menyesalkan sikap Polyteknik yang tidak membuka pintu musyawarah yang padahal menurutnya, persoalan tersebut masih bisa diselesaikan secara internal dan kekeluargaan. "Mereka (Polyteknik) sangat tertutup untuk melakukan 'hearing' dengan mahasiswa dan malah bersikeras untuk mempertahankan sikapnya dengan melakukan tindakanyang sesuai keinginannya," tandas Asep Mulyawan.

Untuk itu, sebagai komisi yang konsern terhadap masalah pendidikan, Asep Mulyawan berusaha secepatnya untuk kembali memanggil kedua belah pihak untuk melakukan hearing. "kita masih memberikan kesempatan terhadap kedua belah pihak untuk membicarakan kondisi ke depan, tegasnya". (Har)

Kabar dari Koran Tempo

KAMPUS GAJAH TUNGGAL DITUTUP
Mahasiswa akan mengadukan masalah itu ke Komisi X DPR RI.

Tangerang -- Kampus Gajah Tunggal di Kompleks Industri Jatake, Tangerang, ditutup sejak 26 Juni lalu. Akibat penutupan kampus itu, nasib 207 mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal kini tidak jelas.
" Kami bingung harus bagaimana. Yang kami inginkan saat ini adalah bisa kuliah kembali," ujar Sa'idurrahman, Ketua Dewan Mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal, kemarin.

Menurut Sa'id, akibat penutupan kampusnya, mahasiswa tidak bisa mengikuti ujian akhir semester pada 10 Juli lalu. Gajah Tunggal sebagai penyelenggara sekolah ikatan dinas itu juga sudah menghentikan uang saku mahasiswanya Rp. 125-150 ribu per bulan.

Kasus ini, kata dia, bermula dari pemecatan dua mahasiswa, yakni Indar Dwi Basuki dan Untung Kasirin, mahasiswa semester IV fakultas teknik jurusan mesin dan elektro, pada 13 Juni lalu. Mereka dipecat setelah mengikuti Kontes Robot Indonesia di Balairung Universitas Indonesia, 3-4 Juni lalu. Dalam kontes itu, mereka mendapat dana subsidi dari panitia Rp. 4 juta. " Uang itu kami gunakan untuk membayar pinjaman biaya robot yang kami ciptakan itu. Untuk membuat robot, dananya berasal dari kantong kami dan pinjam sana-sini," ujar arif Faturohman, pembimbing tim pembuatan robot.

Dalam kontes itu, tim Gajah Tunggal gagal. Akibat kegagalan itu, kedua mahasiswa dituduh memberikan keterangan palsu, memanipulasi dana yang diterima dari Kontes Robot Indonesia, tidak melengkapi bukti-bukti pembelian perlengkapan pembuatan robot, dan merugikan institusi secara materiil.

Beberapa staff pengajar juga mengundurkan diri. Arif Faturohman, dosen yang mengundurkan diri, mengatakan, sejak kasus pemecatan dua mahasiswa itu, pihak perusahaan meminta 40 dosen mengundurkan diri.

Mahasiswa melalui Lembaga Bantuan Hukum Bela Bangsa akan membawa kasus itu ke DPR RI hari ini. "Kami akan mengadu ke komisi X DPR RI," kata Muhammad Luthfi, Direktur LBH Bela Bangsa.

Luthfi mengatakan tuntutan mahasiswa adalah kampus mencabut surat pemecatan kedua rekan mereka dan perkuliahan kembali berjalan normal. "Ini tidak adil. Para mahasiswa sudah berjuang demi nama baik perusahaan, tapi harus menelan pil pahit," katanya.

Public Relations PT. Gajah Tunggal, Ismail, mengatakan dihentikannya perkuliahan merupakan sikap dan kewenangan pihak perusahaan. "Sekolah ini milik intern perusahaan dan semua biaya perkuliahan ditanggung perusahaan. Siapa pun tidak berhak ikut campur kebijakan kami," ujarnya. Untuk saat ini, kata Ismail, mereka bukan mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal lagi. "Semuanya sudah lepas dari tanggung jawab kami," kata Ismail.

Kabar dari PKS online


Bila Tidak Ada Penyelesaian Internal,
IZIN POLITEKNIK GAJAH TUNGGAL BISA DICABUT

Fraksi-PKS Online: Demo mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal menolak dikeluarkannya dua orang mahasiswa peserta lomba robot yang diadakan Direktorat Jenderal Pendidikanan Tinggi (Dirjen Dikti) berbuntut panjang. Peserta demo malah diberi sanksi skorsing oleh pihak pimpinan Politeknik.

Sejumlah mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal, Selasa(18/7) mengadukan nasib mereka ke Fraksi PKS. Mereka diterima di ruang rapatpPimpinan FPKS oleh Jazuli Juwaini (Komisi II), Abdi Sumaithi dan Zuber Safawi (keduanya Komisi X). Menurur penuturan salah seorang dosen pembimbing, yang ikut dikeluarkan akibat membimbing mahasiswa dalam lomba robot itu, persoalan bermula saat beberapa mahasiswa berkeinginan ikut lomba robot, namun karena tidak dibiayai pihak perguruan tinggi, mahasiswa mengajukan proposal ke Dirjen Dikti.

Dari Dirjen Dikti mahasiswa menerima bantuan uang pengganti biaya peralatan lomba Rp 4 juta. Namun, pihak pimpinan Politeknik malah menuntut laporan penggunaan uang tersebut. Muncul perbedaan pendapat antara mahasiswa dengan pimpinan perguruan tinggi, yang berujung pada dikeluarkannya dua orang mahasiswa tersebut, dan pemecatan satu orang dosen yang membimbing perlombaan.

Masalah tidak berhenti sampai disitu, pihak pimpinan Politeknik memutuskan akan menutup kampus, tanpa alasan yang jelas. Keputusan tersebut kontan menimbulkan tanda tanya para orang tua mahasiswa. Pasalnya, mahasiswa telanjur menggantungkan harapan, kelak dapat diterima bekerja di perusahaan Gajah Tunggal. Mengingat Politeknik tersebut masih berkaitan dengan perusahaan pembuat ban itu.

"Pihak politeknik tidak boleh sewenang-wenang. Bila mengetahui akan bangkrut, mestinya segera menyalurkan mahasiswa yang telah diterima ke perguruan tinggi lain. Aplagi pihak Politeknik telah memberi harapan kepada mahasiswa, bahwa setelah selesai kuliah mereka bisa bekerja di Gajah Tunggal," tandas Jazuli.
Jazuli menyatakan, jika pimpinan Politeknik ingin menutup sekolah tersebut seharusnya tidak menerima mahasiswa baru. Pihak Politeknik mesti bertanggung jawab terhadap mahasiswa yang telah diterima. "Ini perlu dipertanyakan," tandas Jazuli, yang kebetulan berasal dari daerah pemilihan Banten, daerah Gajah Tunggal beroperasi.

Sementara Zuber menjelaskan, pihak Dikti telah menyampaikan surat peringatan kepada pihak Politeknik agar menyelesaikan secara internal. Soal pertanggungjawaban penggunaan uang bantuan, menurut Dikti sepenuhnya menjadi hak mahasiswa mengelolanya. "Bila masalah tersebut berlarut-larut risiko yang harus ditanggung pihak perguruan tinggi yaitu pencabutan izin," jelas Zuber.

Zuber menambahkan, pihaknya telah meminta Dikti mendesak pihak pimpinan Politeknik menyalurkan mahasiswa ke lembaga pendidikan lain. Bila pihak Politeknik tidak melakukannya, Zuber berjanji akan meminta Dikti menyalurkannya secara formal. "Mahasiswa sudah rugi secara akademis," tandasnya.Selain itu, secara finansial mahasiswa juga dirugikan. Yang mestinya mahasiswa menerima uang, namun tidak terima karena skorsing. Padahal dalam perjanjian penerimaan, mahasiswa berhak menerima uang.

Rencananya, Zuber, dan aleg PKS asal Banten, Jazuli Juwaini, Abdi Sumaithi, dan Zulkifliemansyah, dalam kunjungan kerja nanti akan melakukan mediasi dengan pihak Politeknik Gajah Tunggal. Kemudian Komisi X DPR juga akan menindaklanjutinya. (mca)


Alamat Media Massa

DAFTAR ALAMAT MEDIA MASSA NASIONAL INDONESIA


A. MEDIA MASSA CETAK

1. HARIAN MEDIA INDONESIA

Pemimpin Umum : Saur Hutabarat, Pemimpin Redaksi : Djajat Sudrajat
Telepon : 62-21-5812101, 08001 44444462-21-5812088 (Hunting)Fax : 62-21-5812102, 581210562-21-5812105
e-mail: redaksi@mediaindonesia.co.id

2. HARIAN UMUM REPUBLIKA
PT Republika Media Mandiri
Direktur Operasional : H. Daniel Wewengkang, Pemimpin Redaksi : Ikhwanul Kiram Mashuri
Alamat Kantor Pusat:
Jl.Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510
Telp.(021)7803747, Fax Redaksi .(021)7983623, Fax Usaha (021) 7800649
Kirim artikel koran:
sekretariat@republika.co.id

3. HARIAN KOMPAS

PT. Kompas Cyber Media

Alamat Kantor:
Gedung Kompas Gramedia, Unit II Lt. 5Jl. Palmerah Selatan No. 22 – 28Jakarta 10270, Indonesia.
Telp : 62-21 5350377 / 5350388, Fax : 62-21 5360678

Website: www.kompas.com, or www.kompas.co.id

4. PIKIRAN RAKYAT

Pemimpin Umum : H. Syafik Umar, Pemimpin Redaksi : H. Yoyo S. Adiredja

Alamat Redaksi:
Jln. Soekarno-Hatta No. 147, Bandung 40223, Kotak Pos 1254

Telephon (022) 6037755 (Hunting), Faks (022) 6031004, 6002751

5. HARIAN UMUM SUARA KARYA

Pemimpin Umum : Theo L Sambuaga, Pemimpin Redaksi : Bambang Soesatyo

Alamat Redaksi:Jalan Bangka Raya No 2Kebayoran Baru Jakarta 12720 Kotak Pos 4152,
Jakarta 12041Tromol Pos 3408 Jakarta
Telp: 7191352 dan 7192656 Faksimil: 71790746
E-mail: redaksi@suarakarya-online.com

6. HARIAN JAWA POS
Alamat Redaksi:
Graha Pena Lt. 4 Jl. A. Yani 88 Surabaya

Telp. :+62-31-8202216, Fax. :+62-31-8285555
Email: editor@jawapos.co.id / editor@jawapos.com


B. MEDIA TELEVISI

1. ANTEVE
PT. Cakrawala Andalas Televisi
Sentra Mulia Building, 18th FloorJl.HR.Rasuna Said Kav.X-6 No.8Jakarta Selatan 12940 Indonesia
Phone : (62-21) 522 2086, Fax : (62-21) 527 7068 Email:
humas@an.tv

2. INDOSIAR
PT Indosiar Visual MandiriJl. Damai No. 11 Daan MogotJakarta 11510 Indonesia

Telp : (62-21) 567 2222, 568 8888, Fax : (62-21) 565 5756
Humas :
humas@indosiar.com News : news@indosiar.com Webmedia : webadmin@indosiar.com

3. METRO TV
Address: Jl. Pilar Mas Raya Kav A-D, Kedoya, Kebon JerukJakarta 11520 - Indonesia.

Phone : (021)-583 000 77, Fax : (021)-583 000 66
Contact Person: Henny Puspitasari (PR & Publicity Manager)

Tlp : 021-58300077 ext. 22015, Fax : 021-5816216

4. TV7
PT. DUTA VISUAL NUSANTARA TIVI TUJUH
Wisma Dharmala Sakti 3rd Floor, Jl. Jen. Sudirman Kav. 32Jakarta 10220 Indonesia
Phone (62-21) 570 9777, Fax (62-21) 570- 8008/9
email :
humas@tv7.co.id

5. GLOBAL TV
Wisma Indovision Lt.17, Jl. Raya Panjang Z/III Green Garden Jakarta 11520
Phone : 021 582 8555, Fax : 021 582 3636
e-mail :
suratpemirsa@globaltv.co.id, web: www.globaltv.co.id

6. TPI
Jl. Pintu II TMII Jakarta 13810
Telp.: 021 8412473 ~ 83
Web.:
www.tpi.tv

7. RCTI
Jl. Raya Perjuangan, Kebon Jeruk Jakarta 11530
Phone: 021 530 3540, 530 3550, Fax.: 021 532 0906
Web:
www.rcti.co.id

8. TRANS TV
Public Relation Trans TV
Phone: 021 791 77 000 Ext. 6253, 6834 (coco)
e-mail:
public.relations@transtv.co.id, Web: www.transtv.co.id

9. SCTV
PT. SURYA CITRA TELEVISI
Graha SCTV 2nd floor, Jl. Gatot Subroto kav.21 Jakarta 12930
Telp.: 021 522 5555, Fax.: 021 522 4777

10. TVRI
Jl. Gerbang Pemuda Senayan Jakarta 10270
Telp.: 021 570 4720 / 40, Fax.: 021 573 1973
Web.:
www.tvri.co.id